Ketika sedang dalam program pengurangan berat badan atau diet, makan malam sering dianggap sebagai penghambat sehingga disarankan agar menghindari makan malam menjelang tidur. Kebiasaan makan sebelum tidur dapat membuat Anda cepat gemuk! Apa alasan dibalik pendapat tersebut? Ini dia jawabannya.

4 Jam Sebelum Tidur


Sebenarnya, tidak salah untuk mengkonsumsi makanan pada malam hari. Alasan sebenarnya adalah agar tidak makan dalam jangka waktu 4 jam sebelum tidur. Dengan kata lain, sebaiknya tidur dengan lambung yang sudah kosong. Karena diperlukan waktu sekitar 4 jam untuk mencerna makanan, maka berikan jeda waktu 4 jam dari sejak Anda makan sampai waktu tidur. Mengapa demikian?
Jawabannya adalah karena saat tidur, tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan 30 menit setelah Anda tidur. Hormon ini juga dihasilkan pada saat Anda berolahraga. Ini adalah hormon yang berperan pada pertumbuhan dan bertugas untuk memecah lemak. Itulah sebabnya anak-anak sering dianjurkan agar tidur cukup karena semakin banyak tidur, hormon pertumbuhan yang dihasilkan akan meningkat dan sangat berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Syarat agar hormon pertumbuhan dapat keluar dengan sempurna adalah lambung harus kosong. Jika hormon pertumbuhan keluar pada saat tidur, maka proses penguraian lemak akan semakin meningkat dan tubuh berada dalam keadaan siap membakar lemak. Hasilnya tubuh akan mudah menjadi langsing. Proses ini disebut sebagai katabolisme.
Hormon pertumbuhan akan semakin banyak dihasilkan jika suhu tubuh dalam keadaan hangat. Cara yang dapat dilakukan agar mencapai kondisi tersebut adalah dengan melakukan latihan otot selama 5 menit lalu berendam atau mandi dengan air hangat bersuhu 41 derajat sebelum tidur.

Kebiasaan Makan Sebelum Tidur


Akan terjadi hal sebaliknya jika Anda tidur dengan lambung terisi makanan. Jika Anda tidur dalam kondisi ini, maka hormon pertumbuhan tidak keluar sehingga tidak ada proses pemecahan lemak. Sebaliknya, makanan yang ada akan tertimbun menjadi lemak. Hasilnya, akan membuat tubuh menjadi gemuk. Proses ini disebut sebagai anabolisme.

Katabolisme dan Anabolisme


Secara singkat, proses katabolisme dan anabolisme dapat digambarkan seperti berikut:
Agar dapat memperoleh penurunan berat badan yang maksimal, maka jangan lupa berolahraga pada esok harinya agar lemak yang telah terpecah akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk energi. Olahraga yang cocok adalah olahraga aerobik seperti jalan atau lari pagi.
Apabila proses anabolisme yang terjadi (tidur dengan perut terisi makanan), maka hasilnya tidak akan maksimal walau Anda melakukan olahraga pada keesokan harinya karena tubuh harus mulai dari proses penguraian lemak. Sedangkan pada proses katabolisme, proses penguraian lemak sudah terjadi. Hasilnya, lemak yang dihancurkan tidak sebanyak jika ada proses katabolisme pada malam harinya.
Tidak makan 4 jam sebelum tidur bukanlah hal mudah yang dapat dilakukan, khususnya untuk daerah perkotaan. Jalanan macet, lembur atau waktu bergaul dengan teman dapat membuat Anda pulang ke rumah lebih malam dengan tubuh yang sudah lelah dan harus bangun pagi esok hari. Hal biasa yang dilakukan adalah mengisi perut dan tidur untuk mengatasi rasa kantuk.
Mengingat dibutuhkan waktu 4 jam agar perut kosong sebelum tidur, Anda mungkin dapat mencoba untuk makan sebelum pulang ke rumah. Makanan akan lebih baik jika Anda membuatnya sendiri sehingga terjaga gisi dan kualitasnya walau akan sedikit merepotkan.

Jus dan Buah

Cara lain adalah dengan mengkonsumsi jus atau makan buah pada malam hari. Proses yang diperlukan untuk mencerna jus tidak selama apabila Anda makan makanan lainnya yang mengandung karbohidrat atau makanan yang mengandung lemak. Jika makan malam dengan menu biasa memerlukan waktu 4 jam sampai perut kosong, maka pada pencernaan jus atau buah hanya diperlukan 2 jam sampai perut kosong. Sehingga Anda dapat tidur lebih cepat.

No comments:

Post a Comment