Friday, 22 April 2016

-Ternyata Ada Ujian Yang Lebih Horor Dari Pada UN-



Darurrahmah- Setelah melewati berbagai ujian dari Depdiknas, kini tiba saatnya siswa/i akhir (Niha'i) menghadapi ujian Kepondokan. Amaliyah Tadris, merupakan awal dari ujian kepondokan. Dalam kamus para civitas akademika atau mahasiswa keguruan khususnya, Amaliyah Tadris sering juga disebut dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Program ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa semester dewasa antara semester 7-8 bahkan lebih. Tidak demikian di pondok ini, siswa/i niha'i setara dengan kelas 3 SMA sudah diwajibkan untuk mengikuti ujian Praktek Mengajar ini.

Ujian ini tidak hanya menjadi tolak ukur keilmuan niha'i, tapi juga sebagai pembentukan karakter, mentalitas, keberanian, serta kesiapan niha'i untuk berkiprah di masyarakat kelak. Semua orang bisa mengajar, namun tidak semuanya mengajar dengan Thoriqoh (cara) yang baik. Maka disini, tata cara pembuatan I'dad (RPP),  Thoriqoh (Langkah-langkah dalam mengajar) juga sangat diperhatikan. Dengan harapan dan cita-cita yang tinggi, setelah lulus mereka mampu menyebarluaskan ilmu-ilmu yang telah mereka dapat di pondok ini dengan baik.

Linda Karlina menjadi santriwati terpilih sebagai praktikan perdana pada Amaliyah Tadris tahun ini. Santri Niha'i asal Bekasi itu pun memaparkan saat dilansir tim Wardah ''Sebelumnya ana ga nyangka, kalo ana kepilih sebagai praktikan perdana. Awalnya deg degan banget, tapi berkat dukungan dari pembimbing, Ustadz dan Ustadzah, serta Temen-temen seperjuangan khususnya, alhmadulillah Amaliyah bisa ana lewatin.'' Paparnya.

Linda juga mengungkapkan perasaan setelah Amaliyah selesai ''Pokoknya pas ngajar itu deg degan banget, terus juga menegangkan. Tapi setelah semuanya terlewati keadaan berubah, jadi lega rasanya.''Ungkapnya sambil tersenyum relaks. Linda pun tidak lupa memberikan pesan dan semangat untuk para sahabatnya ''Buat teman-teman yang belum Amaliyah, kalian harus semangat dan berikan yang terbaik kawan!!..'' Gembornya.
Sementara bagi praktikan perdana dihadiri oleh seleuruh dewan guru, sedangkan yang selanjutnya hanya dihadiri oleh pembimbing masing-masing kelompok. Amaliyah Tadris perdana dilaksanakan di Ruang Auditorium Pondok pada Hari Jum'at,  22 April 2016. -AR-

No comments:

Post a Comment